Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Januari 2008

10 Urutan Pengangkapan Yesus Sampai Penyaliban

1. Yesus ditangkap
(mat 26:47-56; Mark 14:43-52; Luk 22:47-53; Yoh 18:2-12)

2. Pengadilan agama dihadapan Hanas
(Yoh 18:12-14, 19-24) dan dihadapan Kayafas (Mat 26:57, 59-68; Mark 14:53, 55-65; Luk 22:54, 63-65; Yoh 18:24)

3. Penyangkalan oleh Petrus
(26:58, 69-75; Mrk 14:54, 66-72; Lk 22:54-62; Yh 18:15-18, 25-27)

4. Hukuman dijatuhkan oleh Sanhedrin
(27:1; Mrk 15:1; Lk 22:66-71)

5. Kematian Yudas
(27:3-10)

6. Pengadilan dihadapan Pilatus
(27:2, 11-14; Mrk 15:2-5; Lk 23:1-5; Yh 18:28-38)

7. Pengadilan dihadapan Herodes
(Lk 23:6-12) yg mengirim Dia kembali kpd Pilatus (27:11-26; Mrk 15:6-15; Lk 23:11-25; Yh 18:28-19:1, 4-16)

8. Yesus dicemoohkan
(27:27-30; Mrk 15:16-19; Yh 19:2-3), setelah itu Ia dipukuli & dibawa ke luar untuk disalibkan (27:31)

9. Menuju ke Golgota (27:32-34; Mrk 15:20-23; Lk 23:26-33

10. Penyaliban
(27:35)

10 Penyakit Kronis

Oleh: Louis Binstock, 1958.
Diceritakan kembali oleh: Yanto Martosudarmo PhD.

1. Menyalahkan orang lain. Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang dipikirkan adalah: Siapa nih yang nyantet ? Selalu "siapa". Bukan "apa" penyebabnya, tapi "siapa". Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu "apa" sebabnya, bukan "siapa". Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas. Kekanak-kanakan,. Kenapa? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh, :" Adik tuh yang salah", atau " mBak tuh yang salah". Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu mencari sebab, kenapa demikian, sebabnya apa ini?.

2. Menyalahkan diri sendiri. Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Anda pernah mengalaminya? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong sama saya. "Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat dlsb, Lha saya ini apa?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh. Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam diri sehingga bisa mencapai "improper guilty feeling". Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang: " Saya kok yang memang salah, tidak mampu dlsb". Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita. Penyakit ini tidak akan memecahkan persoalan, menutupi kelemahan. Insting kita selalu tidak mau terlihat lemah.

3. Tidak punya goal/cita-cita. Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasi: Ada anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang: "Nah tuh ada kelinci, kejar aja". Dia kejar itu kelinci, wesss...., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar/peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain. "Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang". "Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk "fun" aja sih. Kalau "goal" kita hanya untuk "fun", isi waktu aja, ya hasilnya cuma terengah-engah saja.

4. Mempunyai "goal", tapi salah. Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnya salah, fokus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasi: Di Beijing ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya: Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan.

5. Mengambil jalan pintas, short cut. Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Ronaldo jadi pemain sukses dengan latihan 6 jam per hari. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba-tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada ! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh? Nggak mungkin !. Karena hal itu melawan kodrat.

6. Mengambil jalan terlalu panjang, terlalu santai. Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take-off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan ?

7. Mengabaikan hal-hal yang kecil. Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.

8. Terlalu cepat menyerah. Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.

9. Bayang bayang masa lalu. Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa ? Kita selalu penuh memori kan ?. Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, lalu membuat, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatip. Bayang-bayang positip juga ada, jadi ngocol, orang sukses dia. Masa depan kadang-kadang menakutkan, karena kita nggak tahu kan ? Memori kita kadang-kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. "Waktu" itu maju kan ?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik ?? Nggak ada kan ? Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatip yang menghalangi kesuksesan. Ada juga memori kesuksesan yang juga bisa menjadi penyakit seperti penyakit nomer 10 ini.

10. Menghipnotis diri dengan kesuksesan yang kadang-kadang semu. Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita, kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana. Ilusi dari sukses. Napoleon menyatakan: " Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar". Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.

Selasa, 15 Januari 2008

Takut Akan Tuhan

Takut akan Tuhan
Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya.Amsal 14:26
Renungan:Takut akan Tuhan adalah kesadaran yang terus menerus akan hadirat-Nya. Kesadaran bahwa Allah yang berkuasa atas hidup kita. Dia yang selalu memperhatikan dan menilai setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan kita, sehingga kita tidak akan berbuat dosa. Takut akan Tuhan adalah kualitas sikap yang harus dimiliki untuk kita hidup dalam kerajaan Allah. Ada ketentraman dan perlindungan/ berkat-berkat yang diterima oleh orang-orang yang takut akan Tuhan, bahkan tidak berkekurangan orang-orang yang takut akan Tuhan. (Mazmur 34:8-11)

Refleksi:1. Sejauh mana kita rindu untuk hidup takut akan Tuhan?2. Apakah dalam setiap perbuatan saya sadar ada hadirat Tuhan dalam diri saya?

Repetisi:1. Belajar untuk selalu menyadari akan hadirat Tuhan dimanapun saya berada.2. Lawanlah setiap pikiran-pikiran yang membuat sikap kita tidak berkualitas sebagai anak-anak Allah.

sumber :abbalove.com
Murid Sejati atau Murid Palsu?

Raeding : Yojanes 15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

Pendahuluan :


Jaman Sekarang ini semua serba cepat, serba instant, dan semua berorintasi kapada hasil bukan pada proses. Karena itu jangan heran dimana-mana dengan mudah kita dapatkan produk yang bagus yang kelihatan asli tapi palsu.

Didalam kekristenan pun telah merambah sebuah trent serba cepat, instant dan berorintasi kepada jasil bukan pada proses. Karena itu tidak heran bermunculan Kristen-kristen palsu atau murid-murid palsu.

Apa kata Alkitab tentang murid sejati ? yaitu :
Murid yang memuliakan Tuhan
Murid yang berbuah banyak

Bagaimanakah Murid yang memuliakan Tuhan ?
Murid yang sadar bahwa dirinya hanya ranting/carang bukan pokok/sumber
Karena itu harus melekat kepada pokok/sumber atau bahasa lainnya intim 24
jam dengan Tuhan melalui doa pujian dan penyembahan
Joh 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Murid yang mengasihi Tuhan dan sesamanya
Joh 15:9 "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.
Joh 15:10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.
Joh 15:11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.
Joh 15:12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.
Joh 15:13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

Apa kata Alkitab tentang murid sejati ? yaitu :
Murid yang memuliakan Tuhan
Murid yang berbuah banyak

Buah apa yang dihasilkan oleh Murid Sejati?
Buah Pertobatan
Buah Roh
Buah Pelayanan
Buah Tangan

1. Buah Pertobatan
Mat 3:8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
Mat 3:10 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak
menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

Ada dua istilah kata pertobatan dalam bahasa Yunani, pertama Metamelomai. Enam kali dalam Perjanjian Baru dengan kata kerja (bentuk kata sifat digunakan dua kali) dan ini digunakan dalam Matius 27:3. Ayat ini ditujukan pada Yudas Iskariot. Juga di 2 Korintus 7:8,10. Kata ini berarti penyesalan yang dalam, ini akan membawa seseorang kepada pertobatan yang benar, tetapi dalam kasus Yudas, ia menyesali dosa-dosanya tetapi ia tidak kembali kepada Allah untuk merubah arah hidupnya, ia menjadi tersesat, Kisah Rasul 1:25

Kata yang kedua Metanoeo digunakan 34 kali dalam kata kerja dan 24 kali dalam kata benda. Kata ini digunakan dalam Perjanjian Baru untuk mencatat kesungguhan pertobatan, yang menunjukkan bahwa orang berdosa harus membuat "perubahan rohani". Di dalam kata ini adanya "Perubahan pikiran", menghasilkan "perubahan kelakuan" ini melibatkan berpaling dari dosa dan kembali kepada Allah.
"Perubahan pikiran" dari mereka yang mulai membenci kesalahan-kesalahan dari perbuatan mereka dan menentukan untuk berusaha hidup lebih baik dengan perbuatan yang benar.

Ada dua pandangan dalam pertobatan yaitu positif dan negatif.
Yang negatif antara lain: Pertama ialah Bukan ketakutan (Kisah Rasul 24:25) - Felix gemetar tetapi tak ada dasar untuk percaya dan bertobat. Kemudian yang kedua ialah Bukan dengan berdoa (Matius 7:21; Lukas 13:3); ketiga Bukan dengan pendirian (Kisah Rasul 2:37), ke-empat, Bukan duka cita karena dosa (2 Korintus 7:10) - Duka cita Ilahi membawa pada pertobatan, tetapi itu saja belum cukup, dan ke-lima ialah Bukan reformasi kehidupan (Lukas 3:7,8). Reformasi hidup di-hasilkan oleh pertobatan.

Yang positif: Pertama ialah Perubahan pikiran yang akan menghasilkan duka cita Illahi dan hasilnya pertobatan dalam tindakan kehidupan, Matius 21:28-29. Kedua ialah Menyesali. Orang berdosa harus menyesali perbuatannya telah berdosa melanggar hukum Allah kemudian merubah kelakuannya dan kelihatan dalam kehidupannya, Matius 3:8; Kisah Rasul 19:19.
Kedua, Pertobatan adalah penting karena Yesus memberi dua pilihan antara bertobat atau binasa (Lukas 13:3).
Neraka adalah tempat yang sangat mengerikan, tidak ada pertobatan yang akan di-berikan di tempat ini. Oleh sebab itu Allah memerintahkan agar semua orang dimanapun berada agar bertobat, Kisah Rasul 17:30-34. Inilah cara Allah dalam menyelamatkan umat manusia dari kebinasaan kekal.
Ketiga, Bagaimana dan mengapa bertobat
Allah menginginkan semua manusia terhindar dari kebinasaan, karenanya Ia memberi jalan bagi manusia untuk selamat yaitu melalui FirmanNya yang diberitakan. Semua orang harus respon atas panggilan FirmanNya dengan melakukan tuntutan FirmanNya (Kisah Rasul 11:18; Roma 2:4-7) Duka cita Ilahi membawa pada pertobatan (2 Korintus 7:10) dan ini datang melalui takut akan Allah yang memberikan pengetahuan bahwa kehidupannya selama ini adalah salah, Amsal 1:7; 2 Korintus 5:10.
Ke-empat, Apakah hasil dari pertobatan?
Orang jahat akan meninggalkan perbuatannya yang jahat. Ini menunjukkan bahwa terjadi perubahan besar dalam hidupnya. Dia akan mencintai Allah, melakukan apa yang di-perintahkan oleh FirmanNya dan membenci perbuatan-perbuatan dosa yang pernah dilakukannya. Hal ini akan mendatangkan kebaikan juga kepada orang lain, karena ia akan mencintai sesama saudara seiman dan mendorong orang berdosa agar meninggalkan dosa dengan mengajar Firman Allah. Tentu saja ia harus terus bertambah dalam iman dan perbuatan serta setia sampai akhir

Pertobatan
1. Definisi.
a. Mula-mula pengertian kata "bertobat" dalam bahasa Ibrani "NOCHAM" yang tertera didalam Perjanjian Lama berarti "terengah-engah", "mengeluh", dan "berduka cita". Bahasa Yunani "METANOIA"dalam Perjanjian Baru berarti mengubah cara berpikir (hidup) seseorang.
b. Standard Dictionary mendefinisikan kata "bertobat" sebagai berikut: Suatu kejujuran dan kesempatan, perubahan pikiran dan ketetapan dalam pandangan tentang dosa, membalikkan sesuatu pikiran dari kejahatan pribadi dan tak berdaya, pengertian tentang kemurahan Allah, suatu kesukaan yang kuat untuk melarikan diri atau diselamatkan dari dosa dan meninggalkan dosa itu dengan suka rela.

c. Perhatikan: Ada tiga aspek pertobatan:
1. Mempengaruhi pikiran. Suatu perubahan pandangan terhadap dosa, diri sendiri dan Allah. "Pengetahuan/kesadaran akan dosa" (Mazmur 51:5; Ayub 42:5-6; Roma 3:20).
2. Mempengaruhi perasaan. Suatu perubahan perasaan.
a. Penyesalan akan dosa (II Korintus 7:9-10).
b. Keinsyafan dan pengakuan akan dosa (Mazmur 40:1-3, 32:5; 38:19; Yeremia 3:13-14; I Yohanes 1:9)
3. Mempengaruhi kehendak. Suatu perubahan tindakan. Menghindarkan diri atau meninggalkan dosa (Amsal 28:13; Yesaya 55:7; Yehezkiel 18:30-32; Lukas 15:18-20).
.Pentingnya Pertobatan.
Diberitakan oleh:
a. Nabi-nabi dalam Perjanjian Lama (Yeremia 26:12-13; Yehezkiel 14:6; Yoel 2:12-14; Yunus
3:1-9; Hosea 14:2; Zakharia 1:3; Yesaya 55:6-7; Yehezkiel 18:21-23).
b. Yohanes Pembaptis (Matius 3:1-3; Lukas 3:7-10).
c. Yesus (Matius 4:17; Lukas 13:3-5, Markus 1:14-15; Wahyu 2:5, 16, 22; 3:3, 19).
d. Rasul-rasul (Markus 6:7-12; Kisah 2:38; 3:19; 20:21; 26:20). Pertobatan adalah kehendak Allah dan perintah-Nya (II Petrus 3:9; Yehezkiel 33:11;

2. Buah Roh Kudus
Karakter Kristus yang dalam hidup orang percaya sebagai dengan Roh Kudus

Paulus mengajarkan agar kita hidup oleh Roh dan tidak menuruti keinginan daging (Galatia 5:16-26). Bila kita hidup dalam Roh kita akan memiliki buah Roh yaitu: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri.
Perhatikan bahwa buah Roh ditulis dalam bentuk tunggal, bukan bentuk jamak, buah-buah Roh (dalam bahasa Inggris, the fruit of the Spirit, bentuk singular). Ini berarti buah Roh yang terdiri dari sembilan unsur itu tidak berdiri sendiri-sendiri melainkan merupakan satu kesatuan yang tak terpisah. Berikut ini adalah kiat-kiat untuk memperoleh buah Roh itu.
Mencari Kasih

Gal 5:19 - 24 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu
kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa
melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

1. Kasih ( KJV: Love, bhs. Gerika: Agape)
Agape yaitu kasih tanpa syarat yang memperhatikan dan mencari yang terbaik bagi orang lain tanpa alasan pamrih
(Roma 5:5; I Korintus 13; Efesus 5:2)
2. Sukacita ( KJV: Joy, bhs.Gerika: Chara)
Chara, yaitu perasaan senang yang berlandaskan kasih, anugerah, berkat, janji, dan kehadiran Allah yang dimiliki orang yang percaya pada Kristus
(Mazmur 119:16; II Korintus 6:10)
Damai Sejahtera (KJV: Peace,
bhs. Gerika: Eirene; bhs. Ibrani: Shalom)
Eirene, adalah ketenangan hati dan pikiran yang berlandaskan pengetahuan akan adanya perlindungan di tengah-tengah pergumulan, goncangan dan cobaan (Roma 15:33; Filipi 4:7)
4. Kesabaran ( KJV: Long Suffering, bhs.Gerika: Makrothumia)
Makrothumia, yaitu ketabahan, panjang sabar, tidak mudah marah atau putus asa (Efesus 4:2; II Timotius 3:10)
5. Kemurahan (KJV: Gentleness, bhs. Gerika: Chrestotes) Chrestotes, yaitu tidak mau menyakiti orang lain atau menyebabkan penderitaan, memiliki hati yang lembut (Efesus 4:32; Kolose 3:12)
6. Kebaikan (KJV: Goodness, bhs. Gerika: Agathosune) Agathosune, adalah kegairahan akan kebenaran dan keadilan serta membenci kejahatan; dapat terungkap dalam perbuatan baik atau dalam menegur dan memperbaiki kejahatan (Matius 21:12-13; Lukas 7:37-50)
7. Kesetiaan (KJV: Faith, bhs.Gerika: Peitho/Pistis) Peitho, yaitu kesetiaan yang teguh dan kokoh terhadap ikatan janji, komitmen, sifat layak, dipercayai dan kejujuran (Matius 23:23; Roma 3:3)
8. Kelemahlembutan (KJV: Meekness, bhs.Gerika: Prautes) Prautes, yaitu pengekangan yang berpadu dengan kekuatan dan keberanian. Sikap rendah hati dan keseimbangan dalam emosi (II Timotius 2:25; I Petrus 3:15)
Penguasaan diri (KJV: Temperance, bhs.Gerika: Egkrateia) Egkrateia, yaitu pembatasan diri dan pengendalian hawa nafsu. Berkaitan dengan kesucian, makan minum dan lain-lain (I Korintus 7:9; 9:25)

Proses Menumbuhkan Buah Roh
Pengalaman hidup bersama Tuhan
2. Pengalaman hidup dengan sesama
3. Kejadian-kejadian dalam kehidupan kita

Harga Yang Harus Dibayar Dalam Proses Ini
Keputusan
Memilih untuk memberi hidup dalam pimpinan Roh Kudus (Galatia 5:16-17)
2. Komitmen
Konsistensi untuk menaati setiap keputusan dan didikan Roh Kudus atas hidup kita (Roma 8:4, 9)
3. Upaya
Untuk melaksanakan keputusan dan komitmen tersebut, kita perlu menyangkal diri dan mematikan manusia lama kita (Galatia 5:24; II Petrus 1:5-9)

3. Buah Pelayanan
Buah Pelayanan ke dalam dan keluar. Kalau kedalam Iman dan rohani semakin bertumbuh dan dewasa. Keluar, Jiwa-jiwa dibawa kepada Kristus

Luk 15:7 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."

Mat 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
Mat 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Contoh :
Perempuan Samaria. Joh 4:28 Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ:
Joh 4:29 "Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?"
Joh 4:30 Maka merekapun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus.
Joh 4:41 Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya,
Joh 4:42 dan mereka berkata kepada perempuan itu: "Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia."

4. Buah Tangan
Barang yang dibawa sebagai hadiah kepada orang yang kita sayangi dan hormati.
Hadiah apa yang sudah kita berikan kepada Tuhan?
· Tubuh kita
· Uang kita
· Bakat
· Karunia
· Waktu

1Co 6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
Pro 3:9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, ; Exo 23:15 Hari raya Roti Tidak Beragi haruslah kaupelihara; tujuh hari lamanya engkau harus makan roti yang tidak beragi, seperti yang telah Kuperintahkan kepadamu, pada waktu yang ditetapkan dalam bulan Abib, sebab dalam bulan itulah engkau keluar dari Mesir, tetapi janganlah orang menghadap ke hadirat-Ku dengan tangan hampa.

Mat 4:19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
Rom 12:6 -8 Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita.
Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar;
jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.
1Pe 4:2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.